HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II LATAR BELAKANG PENGGUNAAN SMS DI KALANGAN REMAJA
2.1 Sejarah Perkembangan SMS
2.2 Manfaat Layanan SMS bagi Remaja
2.3 Kelebihan Layanan SMS Dibandingkan dengan Layanan Telepon Konvensional
2.4 Bahasa dan Ragam Bahasa
BAB III PENGGUNAAN BAHASA SMS
3.1 Penggunaan Bahasa
3.2 Penyingkatan Kata
3.3 Penggunaan emoticon (emotion icon)
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kebutuhan setiap orang akan barang-barang mutakhir semakin besar dan beragam. Tidak memandang batasan usia, keinginan untuk memiliki barang-barang tersebut selalu ada. Terutama para remaja yang biasa bersifat konsumtif dan instan. Para remaja selalu menginginkan barang-barang yang mutakhir serta mudah untuk digunakan. Barang elektronik yang biasa digunakan para remaja salah satunya adalah telepon genggam atau yang biasa disebut handphone. Handphone dikenal oleh semua orang sebagai alat penunjang kegiatan sehari-harinya terutama dalam hal komunikasi. Komunikasi melalui handphone sangat banyak kelebihannya daripada menggunakan alat komunikasi lainnya. satu kelebihan handphone adalah layanan SMS (Short Message Service) atau layanan pesan singkat. Layanan ini memiliki kapasitas 160 karakter per SMS. Layanan SMS ini lebih murah dibandingkan dengan menelpon. Tarif yang murah pada layanan ini menarik para remaja untuk menggunakannya dan banyaknya promo bonus dari operator yang sangat menguntungkan konsumen terutama remaja. Remaja adalah pengguna handphone dalam jumlah yang sangat besar di Indonesia. Berbagai layanan yang tersedia pasti digunakan remaja, salah satuna adalah layanan SMS. Penggunaan SMS oleh seorang remaja bisa dilakukan lebih dari 25 kali sehari.
Kebiasaan yang sering dilakukan remaja dalam mengirim SMS adalah menyingkat kata-kata dalam pesan yang akan dikirim. Penyebab hal ini ada beberapa faktor salah satunya ialah bertujuan untuk menghemat biaya pengiriman SMS. Kebiasaan menyingkat inilah yang mendasari timbulnya keberagaman bahasa yang digunakan dalam SMS. Banyak sekali ragam bahasa yang biasa dipakai dalam mengirim SMS, seperti menggunakan emoticon (emotion icon) dan penggunaan bahasa slang. Bahasa yang beragam tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman antara penerima dan pengirim SMS. Kesalahpahaman tersebut bisa disebabkan karena timbul penyingkatan kata yang bermakna ambigu. Keberagaman bahasa SMS inilah yang sangat menarik perhatian penulis sehingga masalah ini diangkat sebagai tema dari karya tulis ilmiah kami.
1.2 Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang yang dikemukakan, penulis menemukan beberapa masalah yang biasa terjadi pada pengetikan SMS. Masalah yang berhubungan dalam pengetikan SMS itu antara lain, :
- Bagaimana penggunaan bahasa yang biasa dilakukan.
- Bagaimana penggunaan penyingkatan kata.
- Bagaimana penggunaan berbagai karakter penulisan.
- Bagimana jenis ketakteraturan yang ditimbulkan oleh bentuk bahasa yang tidak lazim.
- Bagaimana penyebab kesalahpahaman bisa terjadi dalam penulisan SMS.
- Bagaimana bentuk bahasa yang sebaiknya digunakan.
1.3 Tujuan
Penulisan makalah tentang penggunaan bahasa sms ini bertujuan untuk :
- Mengetahui bentuk bahasa yang digunakan para remaja dalam mengetik SMS.
- Mengetahui bentuk ketidakteraturan yang ditimbulkan dari penyimpangan penggunaan bahasa tulis yang digunakan.
- Mengetahui penyebab penggunaan singkatan, penggunaan berbagai karakter dan penggunaan berbagai bahasa.
- Mengetahui fungsi penggunaan singkatan, penggunaan berbagai karakter dan penggunaan berbagai bahasa.
- Mengetahui bentuk bahasa yang sebaiknya digunakan dalam pengetikan SMS.
BAB II
LATAR BELAKANG PENGGUNAAN SMS DI KALANGAN REMAJA
2.1 Sejarah Perkembangan SMS
Penemuan sistem komunikasi SMS berawal pada 3 desember 1992 yang pada saat itu seorang ahli teknisi asal Norwegia bernama Neil Papworth menggunakan fasilitas SMS (Short Message Service) dalam mengirimkan pesan ucapan hari Natalnya kepada rekannya yang bernama Richard Jarvis yang bekerja di perusahaan layanan GSM Vodafone di Inggris. Kemudian ide komukasi ini dikembangkan oleh Riku Pihkonen dari perusahaan Nokia dengan memfasilitaskan layanan SMS pada telepon selular GSM (Global System for Mobile) sehingga SMS dapat diketik pada telepon tersebut.
Pada tujuh tahun pertama sejak penemuan Riku Pihkonen, Sistem komunikasi SMS ini mengalami hambatan dalam pengirimannya. Hal ini disebabkan karena pengiriman SMS hanya dapat dilakukan bila penerima pesan memiliki kesamaan operator dengan pengirim pesan. Kemudian pada tahun 1999, masalah ini terpecahkan dengan telah dapat dilakukannya berkomunikasi SMS antaroperator. SMS yang hanya memiliki kapasitas maksimum 160 karakter setiap sekali pengirimannya menyebabkan kesulitan bagi pengirim SMS apabila mereka mengirim SMS melebihi kapasitas yang ada. Kendala inilah yang menyebabkan SMS berkembang sehingga mampu mengirimkan pesan lebih dari 160 karakter. Namun, pesan yang melebihi dari 160 karakter akan dikenakan biaya dua SMS atau lebih sesuai dengan kelipatan maksimum karakter. Sebagai contoh, bila kita mengirimkan 200 karakter maka sistem operator akan membagi karakter-karakter tersebut menjadi 160 karakter dan 40 karakter sehingga kita terhitung mengirimkan dua SMS.
Hingga saat ini, SMS semakin banyak digunakan oleh pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari anak- anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar hingga para orang tua yang sudah mulai lanjut. Bahkan pengguna SMS tidak hanya datang dari pengguna layanan GSM, tetapi juga mereka yang menggunakan fasilitas CDMA (Code division multiple access). Di Indonesia, pelanggan telepon selular telah mencapai 75 juta pelanggan yang kesemuanya memanfaatkan fasilitas SMS yang telah tersedia di telephone selular mereka. Dengan mengasumsikan jumlah sebanyak itu hanya mengirimkan sekali SMS per hari maka terdapat sekitar 75 juta tiap harinya. Namun, jumlah ini masih dapat bertambah sebab setiap pelanggan jarang sekali melakukan SMS satu kali pengiriman terutama para generasi muda saat ini yang semakin menggemari dunia SMS dengan berbagai macam promo-promo yang dilakukan para provider telekomunikasi saat ini untuk meraih keuntungan yang besar dari layanan SMS tersebut. Selama 16 tahun SMS telah menjadi sarana komunikasi teks sehingga telah banyak inovasi yang berkembang seperti adanya berbagai bentuk layanan tambahan seperti gambar dan kode-kode komunikasi di dalamnya. Saat ini, telah banyak diproduksi telepon selular (ponsel) yang memiliki emoticon (emotion icon) didalamnya atau simbol-simbol lainnya yang semakin memberikan kesan menarik saat ber-SMS.
2.2 Manfaat Layanan SMS bagi Remaja
Dengan teknologi GPRS yang tertanam pada ponsel yang banyak beredar saat ini, sangat memungkinkan bagi seorang pengguna ponsel untuk memanfaatkan layananlayanan seperti: video call, MMS, e-mail, chatting, browsing via ponsel, blogging via ponsel, dan lain-lain. Namun, dengan hadirnya fasilitas yang sudah sangat canggih tersebut, ada satu fasilitas yang masih digunakan dan tetap menjadi favorit masyarakat dari dulu hingga sekarang yaitu Short Message Service (SMS). Bukan merupakan pemandangan baru lagi, jika kita pergi ke suatu tempat kemudian melihat orang sedang menggenggam ponselnya dengan satu tangan dan memencet tombol-tombol menggunakan jempol tangannya tersebut dengan sangat cekatan. Dengan mudah kita sudah bisa menebak bahwa orang tersebut sedang ber-SMS ria. Bagi para remaja, mayoritas pengguna ponsel, SMS sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.
Para remaja sangat sering menggunakan SMS sebagai layanan yang memfasilitasi mereka untuk melakukan percakapan dua arah. Sebenarnya, SMS tidak hanya bisa mengirimkan pesan ke satu nomor tujuan saja, tetapi SMS dapat mengirimkan pesan ke banyak nomor tujuan pada waktu yang sama. Remaja sering menggunakan fasilitas SMS tersebut untuk menyebarkan informasi secara berantai yang biasa disebut jaringan komunikasi (jarkom).
Selain tarif yang dikeluarkan untuk pengiriman SMS relatif murah, penggunaan SMS sangatlah mudah. Hanya dengan menekan beberapa tombol saja, tulisan yang sudah kita ketik di layar ponsel akan terkirim ke nomor tujuan yang telah kita pilih. Tidak perlu menunggu lama, hanya dengan hitungan detik saja recipient sudah dapat membaca pesan yang sudah kita kirim. Tak ayal, fasilitas SMS ini sangat digandrungi oleh para remaja yang bersifat instan. Para remaja juga sering memanfaatkan promo bonus SMS yang diberikan oleh provider. Hal ini sangat menguntungkan bagi para remaja. Dengan promo tersebut, para remaja bisa menghemat pulsa teleponnya. Hal ini juga yang menjadi salah satu manfaat bagi para remaja untuk menggunakan layanan SMS sebagai sarana berkomunikasi.
Sekarang ini, para remaja juga tidak perlu repot untuk mengirimkan surat ucapan selamat hari raya kepada kerabatnya melalui kotak pos dan remaja tidak perlu repot-repot membeli perangko agar surat tersebut dapat terkirim pada alamat yang dituju. Begitu juga dengan ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, dan ucapan untuk hari penting lainnya. Dengan hadirnya layanan SMS, para remaja tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan seperti di atas. Hal ini sangat bermanfaat bagi para remaja yang sangat menyukai teknologi terkini dan tidak ingin repot.
Mampu menerima dan mengirim pesan, baik itu pesan standar, notifikasi, dan lain-lain, mampu mengirimkan pesan ke banyak nomor tujuan pada waktu yang sama, memiliki tingkat kegagalan kirim yang sangat kecil sehingga pesan kemungkinan besar akan sampai pada tujuan, merupakan sebuah mekanisme komunikasi yang tergolong membutuhkan biaya sangat murah, memenuhi keinginan para remaja yang bersifat instant, adalah beberapa manfaat yang diberikan oleh layanan SMS.
Begitu banyak menfaat yang diberikan oleh layanan SMS bagi para remaja. Hal inilah yang mendorong para remaja tetap menggunakan SMS hingga saat ini padahal sudah banyak fasilitas-fasilitas lain yang lebih canggih yang ditawarkan oleh telepon genggam yang dimiliki para remaja dibandingkan dengan SMS.
2.3 Kelebihan Layanan SMS Dibandingkan dengan Layanan Telepon Konvensional
SMS merupakan salah satu metode berkomunikasi antar individu yang paling sering dan paling banyak digunakan pada teknologi telepon seluler. SMS telah menggantikan metode pengiriman teks konvensional, seperti surat dan telegram. Hampir semua orang mengenal SMS. Hal ini merupakan akibat positif dari berkembangnya teknologi nirkabel (wireless) yang begitu pesat. Selain itu, semakin meluasnya jaringan operator baik GSM maupun CDMA membuat sinyal dapat diterima dengan cukup baik sampai ke daerah terpencil sekalipun.
Keunggulan SMS dibandingkan dengan metode komunikasi yang lain diantaranya adalah biaya yang murah, waktu kirim kecil (real time) dan adanya jaminan bahwa pesan yang dikirimkan akan sampai selama nomor yang dituju aktif, seperti yang sudah penulis paparkan pada sub bab 2.2. Layanan SMS juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan layanan telepon konvensional. Sebagai contoh, tarif yang ditawarkan oleh layanan SMS sangat murah dibandingakan dengan layanan telepon konvensional. Dengan murahnya tarif yang ditawarkan oleh layanan SMS dibandingkan dengan layanan telepon konvensional, para remaja bisa menghemat pulsa teleponnya. Hal inilah yang menarik para remaja untuk tetap menggunakan SMS sebagai sarana untuk menjalin komunikasi. Selain murah, penggunaan SMS lebih bisa menjaga kerahasiaan sebuah pesan yang akan disampaikan di depan umum kepada nomor yang dituju. Jika pengguna telepon genggam menggunakan layanan telepon konvensional untuk membicarakan hal yang bersifat pribadi saat pengguna telepon genggam tersebut berada di tempat umum maka orang yang berada disekitar pengguna telepon genggam tersebut dapat dipastikan mendengar hal yang dibicarakan oleh pengguna telepon genggam tersebut dengan lawan bicaranya. Lebih parah lagi jika orang di sekitar pembicara menyimak hal yang bersifat pribadi tersebut. Hal seperti inilah yang tidak disukai oleh kebanyakan para remaja. Untuk menghindari hal yang seperti itu terjadi, maka lebih aman bagi para remaja untuk menggunakan layanan SMS sebagai sarana untuk membicarakan hal penting dan hal pribadi.
Selain itu, jika pengguna telepon genggam mengirim pesan melalui layanan SMS kepada nomor yang dituju sedangkan nomor tersebut sedang berada diluar jangkauan provider, pesan tersebut akan ditunda pengirimannya hingga pengguna nomor tersebut sudah berada di daerah yang terjangkau oleh provider. Dalam hal seperti ini, pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan tersebut ditampung oleh SMSC (SMS-Centre).
Status pesan tersebut adalah pending atau ditunda. Setelah pengguna nomor tersebut berada di daerah yang terjangkau oleh provider, barulah SMS tersebut dapat diterima oleh pengguna nomor tersebut, dengan status SMS delivered atau terkirim. Hal ini dapat memudahkan pengguna layanan SMS dalam mengirimkan pesan dengan jaminan pesan tersebut akan sampai ke nomor tujuan.
Berbeda dengan layanan telepon konvensional, jika lawan bicara sedang berada di luar jangkauan provider, penelepon tidak dapat melakukan percakapan dengan lawan bicaranya sehingga pesan tidak apat tersampaikan. Hal di atas adalah beberapa contoh keunggulan yang dimiliki oleh layanan SMS dibandingkan dengan layanan konvensional. Dengan keunggulan tersebut, tak heran masyarakat (khususnya remaja) setia menggunakan layanan SMS.
2.4 Bahasa dan Ragam Bahasa
2.4.1 Definisi bahasa
Manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia melakukan interaksi, bekerja sama, dan menjalin kontak sosial di dalam masyarakat. Manusia membutuhkan sebuah alat komunikasi yang berupa bahasa. Bahasa memungkinkan manusia membentuk kelompok social sebagai pemenuhan terhadap kebutuhannya untuk hidup bersama. Dalam kelompok sosial tersebut manusia terikat secara individu. Keterikatan individu-individu dalam kelompok ini sebagai identitas diri dalam kelompok tersebut. Setiap individu adalah anggota dari kelompok social tertentu yang tunduk pada seperangkat aturan yang disepakati dalam kelompok tersebut. Salah satu aturan yang terdapat di dalamnya adalah seperangkat aturan bahasa.
Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan simbol-simbol vokal yang bersifat arbitrer yang berarti dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata. Kemudian, Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan serta diturunkan kepada generasi berikutnya dengan menggunakan bahasa (Nursalim. 2005,3). Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri dipergunakan untuk mengkespresikan segala sesuatu yang tersirat di dalam pikiran dan perasaan penuturnya.
Ungkapan pikiran dan perasaan manusia dipengaruhi oleh dua hal yaitu oleh keadaan pikiran dan perasaan itu sendiri. Ekspresi bahasa lisan dapat dilihat dari mimik, intonasi, tekanan, dan lain-lain. Ekspresi bahasa tulis dapat dilihat dengan diksi, pemakaian tanda baca, dan gaya bahasa. Ekspresi diri dari pembicaraan seseorang memperlihatkan segala keinginannya, latar belakang pendidikannya, hubungan sosialnya, dan faktor ekonominya. Selain itu, pemilihan kata dan ekspresi khusus dapat menandai indentitas kelompok dalam suatu masyarakat.
Sebagai alat komunikasi, bahasa mempunyai fungsi sosial dan fungsi kultural. Bahasa sebagai fungsi sosial adalah sebagai alat perhubungan antaranggota masyarakat. Sedangkan sebagai aspek kultural, bahasa sebagai sarana pelestarian budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini meliputi segala aspek kehidupan manusia yang tidak terlepas dari peranan kehidupan manusia. Peranan kehidupan manusia pula tidak terlepas dari peranan bahasa sebagai alat untuk memperlancar proses social manusia.
Komunikasi adalah pengiriman atau penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005, 585). Manusia yang tidak berbicara pun pada hakikatnya masih menggunakan bahasa sebab bahasa itu sendiri ialah alat yang dipakai untuk memenuhi pikiran dan perasaannya, keinginan dan perbuatan-perbuatan, sekaligus sebagai alat yang dipakainya untuk mempengaruhi dan dipengaruhi (Samsuri. 1980:4). Bahasa adalah dasar pertama-tama dan paling berurat akar pada masyarakat manusia. Oleh karena itu, bahasa juga sebagai tanda yang jelas dari kepribadian antara yang baik dan buruk begitu juga tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, dan tanda yang jelas dari budi kemanusiaan. Hal di atas sejalan dengan pendapat Keraf (1980:3) ditinjau dari dasar dan motif pertumbuhannya, bahasa berfungsi sebagai (1) alat untuk menyatakan ekspresi diri, (2) alat komunikasi, (3) alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan (4) alat untuk mengadakan kontrol sosial. Bahasa pada dasarnya merupakan salah satu karya budaya bangsa sebagai perwujudan cipta, rasa, dan karsa manusia serta mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan pada umumnya, khususnya pembangunan pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyebaran informasi.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, cipta adalah kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru. Rasa adalah pendapat mengenai baik atau buruk, salah atau benar (KBBI. 2005, 932). Karsa adalah daya atau kekuatan jiwa yang mendorong makhluk hidup untuk berkehendak (KBBI. 2005, 509). Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi sejak berabadabad silam. Dari masa ke masa, bahasa selalu mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan budaya manusia. Dr. Sumarsono dan Paini Partana menganggap bahasa sebagai produk sosial atau produk budaya, bahkan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayan itu.
Sebagai produk sosial atau budaya, bahasa berfungsi sebagai wadah aspirasi sosial, kegiatan dan perilaku masyarakat, wadah penyingkapan budaya termasuk teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Bahasa juga disebut sebagai “cermin zamannya”. Artinya, bahasa itu dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi dalam masyarakat.
2.4.2 Definisi ragam bahasa
Sebuah komunikasi dikatakan efektif apabila setiap penutur menguasi perbedaan ragam bahasa. Kridalaksana (1984: 142) mengemukakan bahwa ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaiannya yang dibedakan menurut topik, hubungan pelaku, dan medium pembicaraan. Jadi, ragam bahasa adalah variasi ahasa menurut pemakaianya yang timbul menurut situasi dan fungsi yang memungkinkan adanya variasi tersebut.
Dengan penguasaan ragam bahasa, pengguna bahasa dengan mudah mengungkapkan gagasannya melalui pemilihan ragam bahasa yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, penguasaan ragam bahasa menjadi tuntutan bagi setiap pengguna komunikasi, mengingat kompleksnya situasi dan kepentingan yang masing-masing menghendaki kesesuaian bahasa yang digunakan. Ragam bahasa menurut topik pembicaraan mengacu pada pemakaian bahasa dalam bidang tertentu, seperti bidang jurnalistik (persuratkabaran), kesusastraan, dan pemerintahan. Ragam bahasa menurut hubungan pelaku dalam pembicaraan atau gaya penuturan menunjuk pada situasi formal atau informal.
Medium pembicaraan atau cara pengungkapan dapat berupa sarana atau cara pemakaian bahasa misalnya bahasa lisan dan bahasa tulis. Oleh karena itu, masing-masing ragam bahasa memiliki ciri-ciri tertentu, sehingga ragam yang satu berbeda dengan ragam yang lain.
Pemakaian ragam bahasa perlu penyesuaian antara situasi dan fungsi pemakaian. Hal ini sebagai indikasi bahwa kebutuhan manusia terhadap sarana komunikasi juga bermacam-macam. Untuk itu, kebutuhan sarana komunikasi bergantung pada situasi pembicaraan yang berlangsung. Dengan adanya keanekaragaman bahasa di dalam masyarakat, kehidupan bahasa dalam masyarakat dapat diketahui, misalnya berdasarkan jenis pendidikan atau jenis pekerjaan seseorang, bahasa yang dipakai memperlihatkan perbedaan.
BAB III
PENGGUNAAN BAHASA SMS
3.1 Penggunaan Bahasa
3.1.1 Penggunaan bahasa formal
Bahasa yang digunakan dalam mengetik SMS sangatlah beragam. Bahasa-bahasa tersebut dapat berupa bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Bahasa yang dipakai sangatlah tergantung dari penerima SMS tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan, bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling sering digunakan oleh remaja. Penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah salah satu syarat yang sebaiknya dipenuhi dalam mengetik SMS. Pemenuhan syarat tersebut diperlukan agar kita mempunyai aturan tentang bahasa apa yang sebaiknya digunakan kepada penerima SMS.
Bahasa yang digunakan dikatakan baik jika maksud yang diungkapkan dapat dipahami dengan tepat oleh orang yang menerima bahasa tersebut. Dengan kata lain, bahasa yang baik adalah bahasa yang efektif dalam menyampaikan suatu maksud. Keefektifan komunikasi lebih banyak ditentukan oleh keserasian bahasa itu dengan situasinya (waktu, tempat dan orang yang diajak bicara). Situasi tersebutlah yang perlu diperhatikan. Bahasa yang benar kaidahnya belum tentu bahasa yang baik, misalnya jika kita mengirim SMS kepada orang tua tetapi kita menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa kita gunakan dengan teman. Jadi, jelas mengapa kita lebih perlu mengetahui situasi dalam menggunakan bahasa SMS.
Bila ingin mengirim SMS dengan menggunakan bahasa yang formal, perlu diperhatikan situasinya. Bila ditinjau dari situasinya, keefektifan komunikasi melalui SMS harus memperhatikan :
a. Penerima SMS
Mengetahui siapa yang akan dikirim pesan adalah hal yang penting. Yang perlu diketahui ialah bagaimana kedudukan orang tersebut terhadap pengirim SMS. Sebagai contoh, bila mengirim SMS pada orang yang lebih tua, penggunaan bahasa formal adalah pilihan yang tepat. Penerima bisa saja orang tua, saudara, kerabat, rekan kerja yang mempunyai pengaruh dan lain-lain. Bahasa yang digunakan sebaiknya menggunakan bahasa yang baku dan kata sapaan yang tepat.
Bila pengirim tidak memerhatikan siapa penerima SMS, dapat terjadi kesalahpahaman. Misal, bila kita mengirim pesan kepada orang yang lebih tua, tetapi kita mengirim pesan dengan banyak singkatan dan bahasa slang, kemungkinan besar maksud dari pesan tersebut tidak dapat dimengerti. Bahasa formal perlu digunakan untuk mengurangi banyak kesalahpahaman pada penerima SMS. Bahasa formal sebaiknya digunakan sesingkatnya dan sejelas mungkin agar tidak membuat jumlah halaman SMS menjadi dua yang berarti membayar dua harga SMS.
b. Waktu dan tempat
Hal yang perlu diperhatikan selain penerima SMS adalah waktu dan tempat atau kondisi saat kita akan mengirim SMS. Bahasa formal yang diketik dengan baik akan lebih efektif bila benar waktu dan tempat penggunaannya. Sebagai contoh, saat hari raya Idul Fitri, kita biasa mengirim ucapan maaf kepada teman namun kita mengetiknya dengan bahasa SMS yang terkesan kurang baku sehingga terlihat permintaan maaf kita seperti main-main. Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut sebaiknya digunakan bahasa formal. Dari hal tersebut harusl kita pahami bahwa mengirim SMS tidak hanya mengetahui siapa penerimanya tetapi juga waktu atau momen yang sedang berlangsung.
Tempat kita mengirim SMS memang tidak terlalu berpengaruh dalam keefektifan penyampaian maksud tetapi mengetahui tempat penerima SMS sangat penting untuk tidak mengetik hal-hal aneh dalam pesan tersebut. Contoh berikut adalah hal-hal yang biasa terjadi di kalangan remaja. Ketika penerima SMS akan membaca SMS masuk, ada kemungkinan ada teman lain yang dekat posisinya dengannya. Penerima SMS tersebut tidak mengetahui kepentingan pesan tersebut mungkin rahasia atau biasa saja. Hal tersebut sebaiknya dapat dihindari dengan mengetahui tempat dan kondisi penerima SMS.
3.1.2 Penggunaan bahasa asing yang disertakan bahasa Indonesia
Bahasa SMS memang sangat beragam. Salah satunya adalah menggabungkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia. Para remaja cenderung menggabungkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia karena dinilai lebih kreatif daripada sekedar bahasa Indonesia saja. Bahasa ini biasa menggunakan singkatan kata-kata bahasa inggris yang akan dibahas lebih lanjut di subbab 3.2. Penggunaan bahasa gabungan ini akan lebih menarik jika dipakai untuk mengirim pesan-pesan humor yang sering digunakan remaja.
Namun, bila kita menggunakan bentuk bahasa seperti ini, penerima SMS akan melihat pesan yang tidak teratur karena pemaduan kata yang mungkin tidak pas. Bentuk bahasa gabungan yang tak padu inilah yang bisa membuat orang terkadang bingung dengan maksud yang disampaikan. Bahasa SMS ini biasa digunakan para remaja untuk pesan yang bersifat lawakan, pesan romantis untuk kekasih dan orang yang disayang, dan secara umum biasa digunakan oleh remaja yang biasa menggunakan bahasa asing dalam berkegiatan.
3.1.3 Bahasa slang
Bahasa slang atau yang dikenal sebagai bahasa gaul atau bahasa prokem adalah bahasa informal dari bahasa Indonesia yang tak baku. Bahasa ini dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kelompok sosial tertentu misalnya media-media populer. Bahasa slang umumnya diucapkan sama seperti bahasa Indonesia dan terkadang diadaptasi dari bahasa asing misalnya please menjadi ‘plis’. Contoh lain yang lebih kompleks adalah menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Contohnya “so what gitu loh!”. So what yang bermaksud siapa peduli ditambah gitu yang berasal dari begitu dan loh yang bermaksud mengingatkan dsb.
Bahasa daerah juga termasuk bahasa slang karena penggunaannya terbatas pada kota-kota dan pada suku tertentu Sebagai contoh, di Bandung bahasa slang lkal mengandung kata-kata dari bahasa Sunda namun di Jakarta dipengaruhi dari bahasa Inggris dan dialek Batavia (masa penjajahan Belanda) Bahasa slang tercipta karena perubahan bentuk pesan linguistic tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang adalah transformasi sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu.
Bahasa slang sering dipakai dalam pengetikan SMS. Bahasa slang layaknya bahasa formal sering dipakai oleh para remaja. Bahasa slang yang biasa dipakai dapat dilihat di lampiran. Bahasa slang memang menarik sekali untuk dipakai dalam SMS. Beberapa alasan yang membuat bahasa slang biasa dipakai remaja dalam SMS:
- Bahasa slang mudah diterima pemakaiannya.
- Kata-kata bahasa slang mempermudah kata Indonesia yang terlalu panjang seperti saya menjadi gue.
- Bahasa slang dipakai agar beberapa orang tidak mengerti apa yang dibicarakan.
- Menggunakan bahasa slang membuat kita dinilai trendi dan tidak ketinggalan jaman.
3.2 Penyingkatan Kata
Keterbatasan karakter yang dapat diketik di dalam SMS menyebabkan pengguna SMS cenderung untuk melakukan penyingkatan kata. Pada bab sebelumnya dijelaskan bahwa dalam sekali pengirimannya, SMS hanya memiliki kapasitas 160 karakter. Keterbatasan ini menyebabkan pengguna untuk berkreasi agar jumlah karakter yang dikirimkan seminimal mungkin dan pesan yang disampaikan tetap dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Pengertian dari pesan yang dapat diterima dengan baik adalah apabila penerima pesan memahami informasi yang diterima dan dapat memberikan tanggapan yang sejalan atau berkesinambungan dengan informasi yang disampaikan. Pesan yang baik juga memberikan kemudahan bagi penerima pesan untuk memahami informasi yang diberikan. Namun demikian, penyingkatan kata pada SMS terkadang menyebabkan kesulitan bagi penerima pesan untuk menerjemahkan informasi.
Penyingkatan yang tujuannya untuk menghemat kata justru menyulitkan pembaca. Pembaca harus memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar dalam memahami isi pesan dibandingkan dengan pesan yang tanpa mengalami penyingkatan.
3.2.1 Penyingkatan kata formal
Penyingkatan kata formal adalah proses menyingkat kata formal atau kata baku bahasa Indonesia dengan cara menghilangkan beberapa huruf penyusun katanya. Saat penerima pesan menerima penyingkatan semacam ini, umumnya penerima pesan akan mengerti maksud dari informasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengalaman seseorang dalam membaca sehingga saat ia membaca singkatan kata tersebut maka ia akan mengerti maksud singkatan itu secara reflek.
Berikut ini adalah beberapa aturan penyingkatan kata formal yang umumnya dilakukan masyarakat pengguna SMS :
- Penyingkatan bahasa formal dilakukan dengan cara menghilangkan huruf vocal pada kata. Sebagai contoh ‘belajar’ disingkat ‘bljr’, ‘teman’ disingkat ‘tmn’, ‘tugas’ disingkat ‘tgs’, ‘karya tulis’ disingkat ‘kry tls’.
- Pada huruf vokal atau huruf diftong yang terletak di awal kalimat tidak dihilangkan. Sebagai contoh ‘induk’ disingkat ‘indk’, ‘intan’ disingkat ‘intn’, ‘ilmiah’ disingkat ‘ilmh’.
- Huruf diftong akan dihilangkan apabila terletak di tengah kata utuhnya yang mengandung lebih dari dua huruf vokal. Sebagai contoh ‘ilmiah’ disingkat ‘ilmh’, ‘bagian’ disingkat ‘bgn’. Pada kata yang hanya memiliki sebuah huruf diftong di awal atau di akhir kalimat maka huruf diftong akan di tulis utuh atau diganti dengan sebuah huruf lain. Sebagai contoh kata ‘aula’, ‘air’, ‘uang’ tidak mengalami penyingkatan. Pada kata ‘bau’ disingkat ‘bo’ dan kata ‘semua’ disingkat ‘smw’
- Penyingkatan pada kata yang diawali imbuhan dilakukan dengan menghilangkan semua imbuhan di awal kata kecuali huruf awalnya dan menambahkan sebuah tanda petik (‘) setelahnya. Sebagai contoh kata ‘mengerjakan’ disingkat ‘m’krjkn’, ‘berusaha’ disingkat ‘b’ush’, ‘pengrusakan’ disingkat ‘p’rskn’.
- Pada kata yang mengandung gabungan dua huruf konsonan seperti ng, ny, dan sy dapat disingkat dengan menghilangkan salah satu dari kedua konsonan tersebut atau kedua hurufnya ditulis utuh. Sebagai contoh kata ‘minyak’ dapat disingkat ‘myk’ atau ‘mnyk’, ‘senang’ disingkat ‘snng’ atau ‘sng’, ‘syaitan’ disingkat ‘stn’. Pada kata gabungan konsonan ny yang berarti kepunyaan (biasanya berada di akhir kalimat) mengalami banyak variasi penyingkatan. Pada kata ‘miliknya’ ada yang menyingkat ‘mlkny’, ‘mlkna’, ‘mlkx’, dan masih banyak lagi.
3.2.2 Penyingkatan kata nonformal
Biasanya seorang remaja tergabung dalam suatu komunitas atau kelompok tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu, komunitas tersebut menciptakan suatu labeling atau suatu istilah yang hanya dikenal di komunitas itu saja sehingga akan tercipta istilah yang berbeda-beda antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Seperti kata ‘kemek’ yang berarti ‘makan’ popular digunakan pada komunitas pelajar di Jakarta tetapi tidak bagi pelajar di Medan dan masih banyak lagi contoh lain. Hal ini menyebabkan penyingkatan kata menjadi sangat beragam.
Pada umumnya, aturan penyingkatan kata nonformal hampir sama dengan penyingkatan formal, tetapi penyingkatan nonformal memiliki aturan yang lebih beragam. Sebuah kalimat akan memiliki singkatan yang berbeda antara seorang remaja dengan remaja lain. Seperti kalimat ‘bilang dong kalo kagak bisa’. Sebagian remaja akan menyingkatnya menjadi ‘blg dng kl kgk bs’ atau ‘blg dnk klo kgak bs’ atau ‘blg dx kl g bs’. Sesuai dengan subbab sebelumnya, hal ini tergantung pada karakter remaja itu sendiri dalam menyingkat.
Beberapa remaja juga menggunakan beberapa huruf sembarang kapital. Huruf sembarang kapital adalah huruf kapital yang letaknya tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Sebagai contoh kalimat ‘iya maaf. Gue lupa’ dapat disingkat ‘iY Maf, gW Lp’. Alasan yang umum dikatakan oleh remaja tentang perilaku ini adalah agar terkesan bersahabat, centil, dan sebagainya. Beberapa remaja menggunakan gabungan antara huruf dengan angka. Angka yang digunakan biasanya mewakili dari huruf yang diubah. Berdasarkan bentuknya, angka tersebut memiliki kemiripan dengan huruf yang diganti. Sebagai contoh angka ‘4’ mirip dengan huruf ‘A’, angka ‘1’ mirip dengan huruf ‘i’, angka ‘0’ yang sangat mirip dengan huruf ‘o’, angka ‘6’ yang mirip dengan huruf ‘G’, angka ‘5’ yang mirip dengan huruf ‘s’, dan angka ‘3’ yang mirip dengan huruf ‘E’.
Berikut ini adalah contoh SMS yang menggunakan paduan huruf dengan angka serta penggunaan huruf sembarang kapital,
‘5Yg, Km l6 dmn? Km M5H N6R454 mrh? J6n mrh dOn6 kM... KL mRh-mrh nt cPt Tw. B5k km Mw 1kt 4k BlK smp k Rmh skt 6? Kt j3ngUK p4k D053n y6 L6 5kt 1Tu. trs dr 5tu km cbt 4j sMp l65 K rMhMu, k4n uDah d3ket. Ba1k k4n 4k? pkny km j6n Mrh mlUlu 4J KRjny, nt jd s5k Np5 ky 0p4-0P4’.
Jenis lain dari SMS yang menggunakan paduan huruf dengan angka adalah penggunaan huruf awalan imbuhan dengan mengganti angka untuk mewakili beberapa huruf. Untuk lebih jelasnya perhatikan kata-kata seperti ‘b2’ yang berarti ‘berdua’, ‘b4’ yang berarti ‘berempat’, ‘t4’ yang berarti ‘tempat’, ‘s7’ yang berarti ‘setuju’, dan masih banyak lagi.
Namun demikian, penyingkatan nonformal memiliki resiko kesalahpahaman lebih tinggi bagi pembaca SMS dalam menerjemahkan informasi dibandingkan penyingkatan kata formal. Penyingkatan nonformal sering mengakibatkan sebuah singkatan bermakna ganda sehingga menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif.
Suatu contoh yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terdapat dalam percakapan SMS berikut, :
Johny : “Ser, lo dh brkt?”
Serly : “g brkt”
Pengertian dari percakapan SMS diatas adalah Johny bertanya kepada Serly apakah dia telah berangkat. Pada kenyataannya Serli menjawab ‘gua berangkat’, tetapi penyingkatan ‘g’ dapat bermakna ganda yaitu antara ‘nggak’ yang bahasa formalnya ‘tidak’ dengan ‘gua’ yang dalam formalnya bermakna ‘saya’. Oleh karena itu, jawaban Serly dapat diterjemahkan ‘berangkat’ atau ‘tidak berangkat’.
Penyingkatan kata yang bermakna ganda dapat diantisipasi dengan menghubungkan kata tersebut dengan kata yang lain sehingga membentuk suatu hubungan kohesif antarkata. Pada contoh di paragraf sebelumnya, kita dapat mengantisipasi keambiguan huruf ‘g’ dengan mengamati SMS Serly sebelumnya. Penggunaan huruf ‘g’ yang berarti ‘gua’ pada SMS sebelumnya dapat membantu kita menerjemahkan huruf tersebut sebab dalam percakapan SMS penggunaan kata ‘saya’ dalam bahasa formalnya sering sekali digunakan.
Selain itu, keambiguan penyingkatan kata formal dapat diantisipasi dengan penalaran logika. Sebagai contoh pada kalimat ‘gw lg prg’ yang dalam bahasa formalnya dapat bermakna ‘saya sedang pergi’ atau ‘saya sedang perang’. Secara logika, ‘saya sedang pergi’ merupakan terjemahan yang paling baik dibandingkan ‘saya sedang perang’ meskipun hal itu bisa saja terjadi.
Namun demikian, beberapa penyingkatan kata yang bermakna ganda tetap menimbulkan kesulitan untuk diterjemahkan meksipun menggunakan solusi yang telah dijelaskan di paragraf sebelumnya. Contoh kalimat yang menimbulkan masalah seperti itu terdapat pada kalimat percakapan berikut, :
Seny : “kmrn knp g dtg?”
Rika : “kmrn ujn jd g dtg”
Seny akan mengalami kesulitan dalam menerjemahkan balasan SMS dari Rika. SMS dari Rika dapat bermakna ‘kemarin ujian jadi tidak datang’ atau ‘kemarin hujan jadi tidak datang’. Keduanya memiliki penalaran logis yang sama, tetapi berbeda maksudnya.
Pada kenyataannya, keambiguan singkatan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengantisipasinya, cara yang paling jitu adalah jangan terlalu banyak menghilangkan huruf vokal. Sebab huruf vokal adalah kunci untuk menerjemahkan singkatan kata yang bermakna ganda.
3.2.3 Penyingkatan kata asing
Umumnya, usia remaja menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang digunakan dalam penyingkatan SMS. Seperti yang telah dijelaskan di subbab sebelumnya, bahasa Inggris digunakan sebagai “bumbu” dalam percakapan SMS. Oleh karena itu, pada subbab kali ini, penulis memilih bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang sering terlibat dalam penyingkatan kata.
Berdasarkan hasil angket yang disebarkan kepada beberapa remaja dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa asing sangat jarang dilakukan oleh remaja Indonesia. Hal ini menyebabkan penyingkatan kata dari bahasa asing (khususnya bahasa Inggris) tidak serumit bahasa nonformal. Beberapa contoh singkatan berbahasa Inggris adalah ‘BTW’ sebagai singkatan ‘By The Way (omong omong)’, ‘OMG’ sebagai singkatan ‘Oh My God(ya tuhan)’, ‘ASAP’ sebagai singkatan ‘As Soon As Possible (secepat mungin)’, ‘CUL8R’ sebagai singkatan ‘See You Later (sampai jumpa lagi)’ dan masih banyak lagi.
3.3 Penggunaan emoticon (emotion icon)
Pada SMS yang masuk di inbox, bisa terdapat beberapa karakter seperti tanda titik dua, kurung tutup, tanda titik koma dan tanda lain yang terangkai.Karakter tersebut bila dibaca miring akan tampak beberapa lambing wajah. Contohnya, tertulis karakter berikt antara teks SMS :) dan bila dilihat dengan memiringkan kepala, karakter tersebut akan mengintepretasikan gambar seperti ini .
Emoticon adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan emosi dalam bahasa tulis. Kata emoticon adalah kependekan dari kata emotion (emosi) dan icon (ikon/lambang). Saat ini, penggunaan emoticon sangat berkembang, selain simbol senyum tersebut dapat ditemukan berbagai karakter yang mengekspresikan sang penulis atau maksud teks tersebut. Emoticon digunakan pertama kali oleh Scott Fahlman tanggal 19 September 1982. Dia membuat karakter :-)dan :-( yang ditampilkan di Carnegie Melon University dengan saran kepada para mahasiswa agar menandai kalimat yang berisi joke dengan karakter tersenyum agar tidak timbul kesalahpahaman dalam mebaca pesan elektronik melalui suatu jaringan komputer dan menggunakan lambing kedua untuk ditanggapi serius.
Ternyata, usulan Fahlman menyebar cepat di kalangan yang lebih luas. Hanya dalam tempo sebulan, ia mendapat kabar dari rekan-rekannya di Universitas Stanford, bahwa mereka telah menerapkan idenya. Bahkan, para karyawan dari perusahaan Xerox telah mengembangkannya dan menciptakan emoticon-emoticon baru.
Hingga kini, emoticon digunakan secara luas. Ia jauh lebih popular ketimbang istilah singkatan semacam LOL (Laugh on Loud- tertawa terbahakbahak) tau ROTFL (Rolling on the floor laughing – ketawa sampai bergulingguling di lantai), yang dipakai pada komunikasi berbasis teks. Luasnya penggunaan emoticon membuatnya berkembang sesuai dengan karakter dan kondisi budaya setempat. Di Jepang, misalnya, emoticon dikenal dengan nama emoji yang bila diartikan secara harfiah dalam bahasa lokal berarti adalah karakter gambar. Emoji dan emoticon memiliki standar simbol yang berbeda. Emoji dapat dibaca tanpa perlu memiringkan kepala. Misalnya saja, simbol (*_*) atau (T_T). Di India, emoticon /||\ banyak dipakai untuk mengekspresikan salam penghormatan khas India, namasté. Di Finlandia, juga muncul emoticon yang memakai tanda = sebagai simbol mata, dan tidak menggunakan tanda hubung (-) untuk menggambarkan hidung, seperti =) atau =(. Selanjutnya, penggunaan emoticon juga telah menginspirasi munculnya pengungkapan ekspresi baru melalui cara yang lebih kompleks, seperti pada emotisound dan emoticlip. Emotisound (kependekan dari kata emotion dan sound) adalah simbol ekspresi yang menggunakan suara. Saat orang menerima pesan emotisound, ia bakal mendapatkan pesan suara yang melengkapi pesan teks atau gambar.
Adapun emoticlips (kepanjangan emotion dan clips) adalah potongan video berisi ekspresi pembuatnya. Ia bisa muncul pada sebuah situs web, surat elektronik, atau melalui pesan SMS ponsel. Emoticlips sempat digunakan oleh MTV dan Paramount Home Entertainment untuk mempromosikan kemunculan program acara di MTV berjudul The Hills. Mungkin secara alami, rasa percaya dan kedekatan personal akan lebih mudah timbul, dengan memperhatikan tanda-wajah lawan bicaranya. Dalam hal ini, emoticon akan lebih lancar merepresentasikan mimik lawan bicara, ketimbang teks semata. Bayangkan bila tak ada emoticon. Pesan yang Anda kirim akan terasa datar. Anda akan kesulitan menyisipkan konteks pesan, apa bermuatan serius, santai, atau malah sedang bercanda. Oleh karenanya, walaupun terlihat remeh, emoticon sangat berguna untuk kelancaran komunikasi pesan teks. Tak hanya di ponsel, melainkan juga di pesan surat elektronik (e- mail), atau pesan instan (Yahoo Messenger atau Google Chat) di komputer Anda.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Bahasa SMS (Short Message Service) merupakan salah satu contoh bahasa yang terdiri dari bahasa yang beragam. Sebab di dalam penggunaannya, banyak terjadi ‘evolusi’ bahasa yang berasal dari kreativitas pengirim SMS. Bahasa yang dipakai tersebut berasal dari bahasa formal Indonesia yang baik dan benar. Bahasa formal itulah yang dipakai berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang tepat penggunaanya berdasarkan situasi sang pengirim SMS. ‘Evolusi’ penggunaan bahasa SMS memang sangatlah pesat, mulai dari menggunakan bahasa formal lalu menyampuradukan bahasa, lalu menggunakan bahasa slang adalah keberagaman yang sangat lumrah keberadaanya saat ini.
Memang keberagaman bahasa yang sangat membingungkan tersebut membawa banyak kesalahpahaman dalam mengerti maksud pesan. Bahasa yang ada saat ini memang biasa dipakai dalam mengirim pesan singkat seperti es krim diantara menu sayur yang sangat membosankan. Seperti ‘so what gitu loh’ kalimat yang unik dan segar bagi remaja dan membuat bahasa formal terasa membosankan bagi mereka. Slang memang ragam bahasa yang tidak dapat dielakkan dalam ber-SMS tapi bahasa tersebut tidak selalu baik dan tepat untuk digunakan, tetapi membawa angin segar diantara jenuhnya penggunaan bahasa formal.
DAFTAR PUSTAKA
Staf Pengajar Sosiokomunikasi ITB. 2008. Metode Penulisan IPTEKS .Bandung: Penerbit ITB.
http://en.wikipedia.org/wiki/Emoticon, tanggal akses 20 Juni 2011
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_common_emoticons, tanggal akses 20 Juni 2011
http://teknologi.vivanews.com/news/read/63simbol_ekspresi_dari_ujung_jari, tanggal akses 20 Juni 2011
http://messenger.msn.com/Resource/Emoticons.aspx, tanggal akses 20 Juni 2011
http://google.com/hakikat_bahasa , tanggal akses20 Juni 2011

09.09
DBF

Posted in:
0 komentar :
Posting Komentar